Spotlight Book
Kekuatan dari Pikiran Anda

By Chris K H Teo

We Recommend
Kanker Paru - Harus Bagaimana?

By Chris K H Teo


Book Category
  Brain Cancer
  Breast Cancer
  Colon & Rectum Cancer
  Diet & Nutrition
  Faith & Mind
  General: About Cancer
  General: Healing Stories
  General: What To Do
  Liver Cancer
  Lung Cancer
  Ovarian-Uterine Cancer
  Prostate Cancer
  Traditional Medicine








Kanker Tetapi Mereka Masih Hidup (Indonesian version of: Cancer Yet They Live Retold)

    Back To Index >>

Kanker Tetapi Mereka Masih Hidup (Indonesian version of: Cancer Yet They Live Retold)
by Chris K. H. Teo & Ch'ng Beng Im

Category :
General: What To Do

Available In :
 
 
Downloadable eBook
(You can download your e-book immediately after payment)
In PDF Format
File size : 74.9 MB
Price : US$5.00
   
 
 
    Description :


Sebuah Buku Yang Sudah Meyelamat Nyawa Ramai Penderita Kanker !  Sebuah buku yang memberikan harapan kepada penderita kanker melalui penyembuhan holistik

 

KANKER

    TETAPI MEREKA MASIH HIDUP  

oleh

Chris K. H. Teo, Ph.D

Terjemah dari buku asal Cancer Yet They Live Retold       

Cancer Care di Malaysia.

 

www.cacare.com / www.cancercare.com.my

 

 

Pemikiran awal………

 

Sebagai seorang ilmuwan dan profesor di universitas, saya sepenuhnya sadar akan kebutuhan objektivitas dalam membuat kesimpulan-kesimpulan.

 

Saya sadar bawah jutaan dolar dihabiskan setiap tahunnya untuk melakukan penelitian terhadap kanker. Bahkan peralatan paling canggih, obat-obatan dan otak-otak terbaik tidak dapat menangani penyakit menakutkan ini. Bagi saya, mengatakan kepada anda bahwa tanaman rumput-rumputan pinggir jalan dapat membawa peredaan atau “menyembuhkan” kanker adalah terlalu sederhana untuk dipertimbangkan dengan serius. Bagi pikiran yang terdidik, itu terlihat seperti sebuah guyonan besar. tetapi, seorang ilmuwan sejati tidak perlu terintimidasi olehnya. Urusan ilmu pengetahuan adalah mencari kebenarn. Bagi mengetahui ilmu pengetahuan, dengan hanya mengasumsikan bahwa kita mengetahui merupakan suatu kebodohan!

 

Peristiwa-peristiwa beberapa tahun terakhitr membuat saya mengetahui banyak hal dalam sebuah cahaya baru. Barangkali, saya harus lebih berpikiran terbuka, melihat realita dan cukup berani unuk menerima ide-ide dan praltek-praktek meskipun saya tidak dapat menjelaskannya secara ilmiah. Bagi saya, ketidakmampuan dalam menjelaskan berarti tidak cukup mengetahui atau tidak cukup berkeinginan mengetahui.

 

Sebagai seorang Profesor Botani, saya hanya mengetahui bagaimana menggunakan 250 spesies tanaman—dan ada sekitar 500.000 spesies tanaman di planet Bumi ini. Ada sebuah peribahasa: sedikit ilmu pengetahuabn membawa anda jauh dari Tuhan, tetapi sedikit lebih banyak ilmu pengetahuan membawa anda kembali kepada Tuhan! 

 

Saya mulai membaca buku-buku tentang kanker dan mencerna apa yang tertulis. Berdasarkan bacaan-bacaan ini, saya mengembangkan strategi untuk melawan kanker. Ingatlah, kanker tidak menyerang seperti  halilintar. Kanker merupakan penyakit yang seringkali terjadi karena gaya hidup seseorang. Terkadang, orang-orang yang mengidap penyakit ini membiarkannya berkembang didalam diri mereka. Dalam buku ini saya mendokumentasikan banyak kasus yang kami temui. Sayangnya, kebanyakan orang yang datang menemui kami sudah berada dalam kanker tahap lanjut atau tahap keempat. Mereka tak berdaya dan tidak mempunyai peluang lain untuk kembali. Meminum ramuan kemungkinan merupakan kesempatan terakhir mereka untuk meraih kembali kehidupan. Begitulah, saya menulis buku ini dengan secara khusus mengingat orang-orang itu.

 

Bila anda bersedih akibat kanker, saya berkenan memberikan pesan ini. Jangan putus asa. Jangan kehilangan harapan. Lawan terus. Sementara tidak ada janji atau jaminan bahwa meminum ramuan dapat menyembuhkan anda sepenuhnya dari penyakit anda, ramuan ini bekerja positif pada banyak orang dan mereka mengalahkan prediksi waktu ajal dokter-dokter mereka! Kualitas kehidupan mereka meningkat; mereka lebih sedikit menderita. Bagi sejumlah orang, nyeri lenyap dalam beberapa hari setelah meminum ramuan itu.

 

Saya juga menyadari bahwa sejumlah pembaca bisa memandang buku ini dengan cemoohan dan mengecam saya. Saya tidak perlu memberikan permintaan maaf kepada orang-orang yang ragu-ragu ini. Mereka yang mengikuti anjuran kami merasa terbantu—nyeri mereda bahkan lenyap sepenuhnya. Meskipun kemungkinan tidak dapat dipercaya, saya berkeinginan menyatakan bahwa ini bukan merupakan sebuah keajaiban. Ini juga bukan merupakan sebuah kebetulan. Saya mengatakan kepada mereka yang mengunjungi kami, Keputusan untuk mati atau tidak merupakan hak prerogatif Sang Maha Pencipta kita. Dia memberikan kami kebijaksanaan untuk membantu anda. Muliakan Dia. Dalam semangat rasa syukur dan ucapan terima kasih, istri saya dan saya  dapat  menghabiskan waktu panjang dengan orang-orang yang datang meminta bantuan. Pesan kami termuat dalam buku ini.

 

 

Bab 4

 

RENCANA PERANG ANDA—TERAPI PERAWATAN KANKER

 

Pada CA Care kami menetapkan tiga tujuan dalam perang anda melawan kanker.

 

1. Untuk membantu anda meraih ketenangan pikiran dan arahan dalam hidup anda. Anda tidak bisa menjalani kehidupan normal bila tidak ada arah.

 

2. Untuk membantuk anda meraih kehidupan yang berkualitas  lebih baik, yakni, mengurangi atau menghilangkan nyeri dan ketidak nyamanan dan juga dapat makan.

 

3. Untuk membantu  anda pulih dari kanker dan bebas kanker. Kami mengetahui banyak orang yang bebas kanker setelah meminum ramuan tertentu. Kami berharap anda menjadi salah satu dari mereka, yakni para pemenang.

 

Ini merupakan anjuran kami untuk rencana perang anda: lawan kanker dengan cara Terapi Cancer Care          :

 

1. Berikan komitmen total anda untuk melawan penyakit itu

 

2. Cari pertimbangan  medis yang benar

 

3. Minum ramuan

 

4. Makan secara pantas

 

5. Bina kehidupan bebas stres

 

Ketika kami berfikir tentang perang, apa yang muncul paling dulu dalam pikiran kami adalah Vietnam. Amerika yang perkasa pergi ke medan tempur dengan berbagai peralatan dan persenjataan perang paling canggih. Kekuatan, teror, uang dan otak masuk ke dalam perang agar menang. Orang-orang Vietnam mempunyai persenjataan primitif dan menyembunyikan diri mereka sendiri ke dalam tanah untuk menghindari tentara-tentara  Amerika yang perkasa. Dunia mengetahui, Vietnam memenangi perang itu!

 

Barangkali melawan kanker adalah seperti perang diatas? Pembedahan, radioterapi, kemoterapi, dsb. merupakan senjata yang canggih, dahsyat. Sel-sel kanker hanya merupakan musuh-musuh kecil yang mengapung dan mengalir dalam aliran darah yang selanjutnya menarik diri mereka sendiri menuju jaringan-jaringan tubuh tertentu. Dapatkah perawatan-perawatan yang mempesona ini menghancurkan semua sel kanker dan pada saat bersamaan tidak merusak inang, yakni diri anda sendiri dan sistem kehidupan anda?

 

Dalam strategi kami melawan kanker, walaupun kami menganjurkan anda untuk mencari bantuan pengobatan modern, kami juga merasakan bahwa anda perlu memperoleh keuntungan dari metode-metode penyembuhan tradisional. Kami beranggapan bahwa anda harus membantu tubuh anda untuk membangun atau membangun kembali sebuah sistem kekebalan tangguh. Biarkan sistem pertahanan tubuh anda sendiri menghancurkan atau melawan sel-sel kanker. Lakukan perang dari dalam tubuh! Persenjataan dahsyat, canggih, pengobatan modern kemungkinan tidak sepenuhnya effektif !

 

 

Contoh Penyembuhan Oleh Therapi CA Care

 

Kasus 7: Kanker Otak

 

Prapti adalah seorang putri Indonesia yang menjanjikan. Pada 1997, dia memenangi medali emas untuk judo di SEA Games. Pada ASEAN Games 1998 dia berperingkat ketujuh. Sayangnya, pada Nopember 1999, Prapti, yang  berumur 21 tahun, tiba-tiba merasa pusing, hilang ingatannya dan muntah-muntah. Dia terdiagnosis pineoblastoma dengan hidrocefalus.  VP SHUNT ( selang pelangsir ) dipasang pada otaknya.

 

Pada 2000, masalah Prapti kambuh. Dia kembali kehilangan ingatannya, tidak mampu tidur dan   tubuhnya bergerak disepanjang waktu. Air liur terus menetes dari mulutnya, kulitnya terkelupas seperti  ular berganti kulit (moulting).Dia adalah pelatih judo dipusat pelatihan judo Puncak. Dia menjadi tidak sadar dan selanjutnya koma. Dia dirawat dirumah sakit terbaik di Indonesia tetapi   dokter mengindikasikan bahwa: tindakan operasi tidak bisa dilakukan di Indonesia. Dia dimasukkan ke dalam ICU dan masih tetap koma hampir 3 bulan. Orang tuanya mencoba semua tipe terapi, tetapi itu tidak membantu.

 

Lalu disuatu waktu pada awal Mei 2001, seseorang bernama Pak Edi melewati bangsalnya (Siapakah Pak Edi itu? kami tidak tahu!) dan mengatakan kepada pendeta / yang sedang memimpin doa  tentang CA Care. Prapti lalu menggunakan ramuan. Dalam dua minggu, Prapti pulih dari koma dan dikeluarkan dari rumah sakit pada 7 Juli 2001. Ketika dirumah sakit para perawat memasakkan Brain Tea untuknya. Dia tinggal selama sekitar 5 bulan di RS Tentara dimana selama hampir 3 bulan, dia mengalami koma.

 

Saya mempunyai kesempatan  menemui Prapti ketika saya mengunjungi Jakarta. Melihat foto-foto berikut - betapa manisnya dia! Sementara bercakap-cakap dengannya, Prapti meminta saya untuk meraba VP shunt  yang dipasang sebelumnya pada dirinya, yang terbentang dari kepalanya hingga rongga perutnya.

 

Ketika Prapti sembuh dari koma, otaknya hampa (blank). Dia dikirim untuk fisioterapi dan diminta untuk bermain-main dengan balok-balok mainan dengan saling menukar posisi-posisinya. Dia juga diajarkan untuk melavalkan kembali abjad. Ketika dia pulang ke Makassar, orang tuanya mengajarkannya bagaimana menyapu lantai dan melakukan beragam pekerjaan rumah tangga. Secara bertahap, dia mulai kembali meraih keterampilan kehidupannya.

 

 

Pada medio 2002, Prapti memasuki seminari (Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup) di Solo. Saya menanyai Prapti: Mengapa anda memutuskan pergi ke seminari itu? Dia mengatakan: Ini merupakan tanda terima kasih saya kepada Tuhan Yang Maka Kuasa atas kesembuhan saya. Tuhan mencintai saya dan dia menyembuhkan saya. Saya senang berbakti kepadanya semenjak saat ini dan selanjutnya. Ketika ditanya apakah dia  senang ada diseminari, Prapti tersenyum kecil. Ya tentunya, katanya. Dia mengatakan kepada saya bahwa semenjak dia meninggalkan rumah sakit itu dia TIDAK pergi kembali mengunjungi seorangpun dokternya untuk check-up. Sungguhpun demikian, dia merasa baik-baik saja dan sehat.

 

 

Kasus 8: Kanker Payudara

 

10 Maret 2003 merupakan hari  yang luar biasa bagi kami di CA Care! Ini merupakan kali pertama bagi saya bertemu SY secara pribadi. Selama ini, senantiasa putranya yang mengunjungi kami. SY merupakan seorang Nyonya berumur 64 tahun. Sekitar 25 tahun lalu, dia menemukan sebuah benjolan kecil dipayudara kirinya. Seorang pria tua melakukan akupunktur terhadapnya dan itu terlihat membantu. Sayangnya, orang tua itu meninggal dan dengan itu, SY juga merasa kehilangan penyembuhannya.

 

Pada April 2000, SY dikirim kesebuah rumah sakit swasta. Ultrasound tidak mengindikasikan terlihatnya abnormalitas pada hati, kandung empedu, pankreas, limpa dan ginjal. Tetapi, ada sebuah kerusakan aspek lateral iga ke-5 kiri, dan kanker payudara kiri sebelumnya juga dengan kanker payudara CA kiri lanjutan.

 

Dia dipindahkan ke rumah sakit pemerintah dimana dia  dirawat selama 25 hari. Dokter mengirimnya untuk menjalani kemoterapi dan radioterapi. Dia menolak. Dia diberikan morfin. Pada saat itu dia tidak mampu berjalan, bercakap-cakap, membuka mulutnya, BAB dan bernafas dengan benar. Saya sekarat, katanya kepada kami. Dokter mengatakan dia hanya mempunyai waktu 3 bulan untuk hidup. Putri-putrinya mendengar tentang CA Care dan datang meminta bantuan. Pada 14 April 2000 SY meminum ramuan ketika masih dirumah sakit.Sudah 3 tahun hingga sekarang ini dan  SY telah pulih kehidupannya. Selama 2 bulan terakhir SY mengendarai sepeda motor! Dia merasa sehat dan dapat makan, tidur dan melakukan pekerjaan rumah tangganya tanpa masalah. Dia tidak  menderita nyeri meskipun benjolan dipayudaranya besar.

 

 

Kasus 11: Kanker Usus Besar

 

Dass adalah seorang pria berumur 46 tahun. Dia bermasalah pada BAB yang tidak teratur. Terkadang dia harus menguras isi perutnya dua kali sehari, terkadang sekali setiap 2 atau 3 hari. Beraknya seringkali keras dan menyebabkan nyeri. Pada akhirnya dia kehilangan nafsu makannya dan mual-mual kapan saja dia makan. Makanan terlihat tidak mampu masuk ke dalam perut. Bahkan mengkonsumsi sedikit makananan membuatnya terasa begah. Dass mengalami masalah ini selama lebih dari 4 tahun. Selama tahun lalu, masalah itu menjadi semakin serius—dia menderita nyeri dan berak berwarna hitam dan bernoda darah. Lalu, suatu malam dia menderita nyeri perut berat. Dia melihat GP yang melakukan banyak sinar X terhadap perut. Dokter menasehatinya untuk mengunjungi seorang spesialis segera. Setelah mengunjungi spesialis itu, operasi dilakukan hari berikutnya.

 

Dokter bedah membuang sebuah benjolan dari usus besar, yang berukuran sebesar bola tenis. Segala sesuatunya baik bagi Dass dan dia diberikan kemoterapi sekitar setahun. Kemoterapi diberikan sekali setiap dua minggu. Ketika perawatan kemoterapi diselesaikan, tes darah memperlihatkan segala sesuatunya baik-baik saja. Dia berlanjut dengan check-up rutin bulanannya.

 

Pada Desember 1997, Dass kembali merasakan nyeri diperut dan dia batuk tak henti-henti. Dokter mengatakan kepada Dass bahwa kankernya kambuh dan memerlukan operasi kedua. Laporan medis bertanggal 12 Desember 1997 menyatakan hal-hal berikut:

 

Usus besar yang dibedah   memperlihatkan   adenocarcinoma Duke’s Stage B. infiltratif, berdiferensiasi moderat. Marjin pembedahan yang lebih dekat dengan tumor memperlihatkan perubahan dysplastic pada sejumlah kelenjar mukosa.

 

Setelah operasi kedua, dokter mengatakan kepada Dass untuk menjalani sesi kemoterapi lain tetapi dia menolak. Dia datang ke CA Care untuk meminta ramuan pada 16 Januari 1998. Setelah hanya seminggu meminum ramuan, nafsu makannya meningkat dan merasa semakin membaik. Hingga hari ini (20 Agustus 2003, yakni lebih dari 5 tahun meminum ramuan), kesehatan Dass masih sangat memuaskan.

 

 

Kasus 12: Kista Ovarian Dan Endometriosis

 

Nur adalah seorang nyonya Indonesia berumur 25 tahun, seorang lulusan ilmu pengetahuan yang mempelajari peternakan . Dia seringkali mengalami nyeri berat selama menstruasinya. Dia akan berkeringat dingin dan terkadang pingsan akibat nyeri intensif. Sebuah ultrasound mengindikasikan keberadaan kista pada kedua indung telurnya. Satu kistanya yang terletak dikiri berukuran sekitar 7,5 cm. Dokter juga mencurigai endometriosis. Sehingga, Nur diminta untuk menjalani pembedahan. Tanpa pembedahan, dikatakan bahwa dia tidak akan mempunyai seorang bayipun! Tetapi dengan pembedahan, dokter memprediksikan bahwa dia akan mampu mengandung tetapi tidak ada jaminan. Nur tidak mau  mengambil resiko, dia menolak pembedahan dan datang kepada kami meminta bantuan. Kami meresepkan GY 5 dan GY 6 pada 10 Mei 2001. Selama minggu pertama mengkonsumsi, dia menderita nyeri yang mengaduk-ngaduk tetapi pada akhirnya nyeri itu berhenti. Setelah dua bulan meminum ramuan, dia   hamil! Segala sesuatu berlangsung baik dan ketika tiba saatnya untuk melahirkan bayi, dokter menganjurkan agar dia menjalani persalinan caesarian ( sesar ) Idenya adalah untuk membunuh dua burung dengan hanya satu batu (tentunya, ini juga mengeluarkan banyak uang ). Kelahiran Sesar berbiaya kurang lebih 4 juta rupiah sementara kelahiran normal berbiaya setengah juta rupiah. Menurut dokter, dia ingin membuang dua kista setelah melahirkan bayi. Untungnya (atau malangnya), apa yang dipikirkan oleh benak terdidik dan apa yang riil tidak selalu selaras! Dokter mulai mencari kista tetapi tidak menemukan SATUPUN. Bayi Nur kini berumur 8 bulan; dia membawa bayi ajaibnya untuk menemui saya dan selanjutnya kami muncul pada talk-show TV Indonesia.  

 

Disamping mempunyai bayi, Nur mengatakan kepada kami bahwa dia mendapatkan satu bonus tambahan. Sebelum meminum ramuan, dia sering menderita sakit  lambung  berat. Sejak saat itu sakit  lambung tersebut lenyap!

 










Bookmark This Page    Print This Page    Go to Top    Email Us

 Book | About Us | Contact Us
Copyright © 2017 BookOnCancer.com. All Rights Reserved.
Visitor No : 1032680